Satu Perangkat, Banyak Peran

Ada hari-hari ketika aku menulis di atas tempat tidur, bersandar ke dinding kamar yang kecil dan sederhana. Laptop diletakkan di meja belajar yang ukurannya pas-pasan, meja yang sama yang di malam hari menjadi “wilayah” anak-anak saat mereka mengerjakan PR. Dan ketika jam belajar itu tiba, tanpa banyak kata, laptopku harus mengalah. Aku menutupnya perlahan, memindahkannya ke sudut kamar, lalu berganti peran sepenuhnya menjadi ibu pendamping belajar.

Di momen seperti itu, aku sering berpikir: seandainya ada perangkat yang tidak harus dipindah-pindah, tidak memakan ruang, dan bisa berbagi tanpa berebut


Bukan untuk gaya, tapi untuk keadilan kecil di rumah sederhana ini, agar anak bisa belajar dengan tenang, dan aku tetap bisa berkarya tanpa harus menunggu malam terlalu larut.

Bagiku, menulis bukanlah pekerjaan yang bisa dijadwalkan rapi. Aku melakukannya di sela-sela: setelah anak tertidur, setelah meja kembali kosong, atau setelah rumah hening. Maka setiap alat kerja yang bisa mengurangi ribet, menghemat ruang, dan tidak membuatku harus “berebut” dengan anak, terasa seperti bantuan untuk terus berkarya yang sangat manusiawi.

Rumah kami minimalis, sederhana dan jauh dari kesan modern. Tak ada meja kerja khusus apalagi ruang kerja, hanya meja kecil tempat menaruh laptop sebagai saksi aktivitas harianku. Dalam satu ruang, aku berganti peran. Ya jadi ibu, ya jadi penulis.

Sebagai ibu, aku belajar bahwa hidup sering kali tentang efisiensi. Tidak ada ruang untuk kabel berantakan atau perangkat besar yang memakan tempat. Melihat rumah rapi tentu terasa menyenangkan dan rasa stress bisa berkurang.

Tak hanya menjadi ibu, menjadi guru bagi anak-anak pun tak hanya selalu mengajarkan menggunakan kertas. Terkadang pengenalan teknologi informasi juga diperlukan agar mereka tidak gagap teknologi, seperti mengajarkan menggambar lewat Paint, mengerjakan soal-soal lewat kumpulan soal dari aplikasi pembelajaran, atau pun menonton film anak untuk hiburan anak-anak.

Sebagai penulis dan juga konten kreator, aku sadar bahwa menulis dengan alur emosi, tidak ada yang lebih mengganggu daripada perangkat yang lambat. Perangkat yang responsif dan multitaksing sangat membantuku berkarya, seperti membuka browser untuk mencari referensi, edit video, mengikuti webinar kepenulisan atau sesekali desain sederhana untuk kebutuhan konten.

Tak hanya terbatas menjadi ibu, guru, penulis dan konten kreator, aku pun menjadi seorang pengurus organisasi di FLP Jawa Timur, yang mana beberapa kali kami harus rapat bulanan secara online melalui Zoom. Terkadang keramaian anak-anak cukup menggangguku saat harus berbicara di tengah rapat.

Bagiku, yang terbiasa menulis di laptop, ukuran layar selalu menjadi persoalan. Laptop terasa terlalu sempit untuk membuka naskah, referensi, dan catatan sekaligus. Namun desktop tower jelas bukan pilihan, meja kami, terutama di kamar kami, tak pernah dirancang untuk perangkat besar dan rumit.

Di titik inilah konsep All-in-One PC menurutku lebih masuk akal. Satu perangkat, satu layar, tanpa CPU terpisah. ASUS All-in-One PC V400 Series (V440/V470) menjawab kebutuhan ruang yang terbatas namun aktivitas yang terus bertambah.

Sosok “Layar Besar yang Peduli”

Kalau aku menggambarkan ASUS AiO V400 Series itu seperti manusia yang punya kepedulian padaku yang memiliki banyak peran. 

Jika ia bisa berbicara padaku, mungkin dia akan mengatakan, "Tenang, aku sangat peduli padamu."

Dengan lebar layar yang ramah bagi penggunanya: 24 inci (V440) atau 27 inci (V470), lengkap dengan opsi touch maupun non-touch screen terasa nyaman untukku sebab layar besar bukan soal kemewahan, melainkan kenyamanan jangka panjang.

Teknologi NanoEdge Display dengan bezel yang jauh lebih tipis membuat tampilannya terasa modern, meski diletakkan di rumah yang sederhana. Ketebalan hanya 36,5 mm dan bezel setipis 15,6 mm menjadikannya terlihat rapi, tidak mendominasi ruangan. Bahkan, desain ini tercatat 25% lebih tipis dan bezel 38% lebih kecil dibanding generasi sebelumnya.



Layar besar ini seperti pendidik di rumah kecilku. Ia memberi ruang bagi anak untuk belajar menggambar lewat YouTube sekaligus memberikanku ruang untuk menulis cerita atau membuat konten.

Anak-anak duduk di sampingku. Wajahnya ceria menunggu setiap langkah di tutorial menggambar yang ditayangkan. Tidak perlu mencondongkan kepala, tidak perlu memperbesar terus tampilan; layar lega ini menyajikan semuanya dengan jelas.


Di usia menjelang 40 tahun ini, aku mulai lebih jujur pada tubuh sendiri, terutama pada mata. Menulis berjam-jam di layar laptop kecil, di kamar sempit dengan pencahayaan seadanya, pelan-pelan terasa berbeda dampaknya dibanding sepuluh tahun lalu. Huruf yang dulu mudah dibaca, kini kadang terasa melelahkan. Mata cepat lelah, leher sering menunduk, dan fokus mudah buyar ketika harus berpindah peran antara ibu, pendamping belajar, dan penulis.

Layar 27 inci terasa seperti kompromi yang adil antara produktivitas dan kesehatan mata. Sesuatu yang sering luput kita sadari sampai tubuh mulai memberi sinyal.

Di titik inilah aku menyadari, lebar layar bukan soal kemewahan, tapi soal keberlanjutan.

Tak hanya itu, kualitas visual Full HD, sudut pandang 178°, cakupan warna 100% sRGB, sertifikasi TÜV Rheinland, dan teknologi ASUS Splendid, membuatku nyaman untuk menulis lama, membaca, hingga menemani anak menonton konten edukatif.

Angka 178° berarti layar tetap terlihat jelas hampir dari sisi mana pun, dari kanan, kiri, atas, atau bawah, tanpa distorsi warna yang mengganggu. Saat anak belajar menggambar lewat YouTube: Satu anak duduk di kursi, anak lain duduk di lantai, dan aku duduk agak ke samping sambil mengawasi.

Dengan IPS 178°, semua melihat gambar yang sama jelasnya. Garis tutorial tetap terlihat, warna tidak berubah, dan tidak ada lagi yang harus berkata,

“Geser, dong! Nggak kelihatan, nih, di sini!”

“Ih, aku juga nggak kelihatan!”

Yang bisa memicu Perang Dunia ke-3 untuk 3 Ahmad (anak cowokku) karena rebutan posisi di depan layar agar terlihat jelas.

Dan itu tak akan ada lagi kalau aku memiliki perangkat ASUS All-in-One PC V400 (V440/V470).

Layar tidak memaksa mereka duduk rapi seperti di kelas formal. Ia menyesuaikan dengan ruang keluarga yang apa adanya. Tidak ada lagi “kursi terbaik” sebab semua sudut adalah sudut yang nyaman.

Kenapa Sertifikasi TÜV Rheinland Eye Care Penting untuk Kebutuhanku?

Sertifikasi TÜV Rheinland Eye Care pada ASUS All-in-One PC V400 (V440/V470) menjadi lebih dari sekadar label teknis. Ia adalah perlindungan jangka panjang, bukan hanya untuk aku, tetapi juga untuk anak-anak.

TÜV Rheinland adalah lembaga sertifikasi internasional independen yang menguji perangkat elektronik berdasarkan standar kesehatan dan keselamatan.



Artinya, layar ini dirancang agar lebih ramah untuk mata, terutama saat digunakan lama.

Sebagai penulis dan blogger, menulis tidak selalu selesai dalam satu jam. Kadang ide mengalir di malam hari, kadang aku harus mengedit naskah berulang-ulang. Dengan layar yang flicker-free, mataku tidak cepat perih, tidak cepat lelah, dan fokus lebih lama. Aku bisa menyelesaikan satu bab cerita anak tanpa harus berhenti karena mata terasa “berdenyut”.

Saat aku membuka banyak tab, memantau video, dan berpindah aplikasi, low blue light membantu menjaga mata tetap nyaman meski layar terang. Teknologi ini sangat terasa ketika editing video ringan, menonton ulang video referensi dan panggilan video panjang dengan editor atau komunitas penulis.

Anak-anak belajar menggambar dengan melihat tutorial YouTube. Mereka duduk cukup lama, memperhatikan detail garis dan warna. Dengan layar TÜV Rheinland-certified eye care, mata anak tidak mudah lelah, risiko silau berkurang, dan mereka bisa belajar lebih fokus tanpa sering mengucek mata. Sertifikasi ini penting karena mata anak masih dalam masa pertumbuhan. Aku ingin mereka mengenal teknologi tanpa mengorbankan kesehatan.

Berkat kombinasi layar besar 24–27 inci dan sertifikasi eye care menciptakan jarak pandang yang lebih ideal. Anak tidak perlu mendekat ke layar. Aku tidak perlu memperbesar zoom berlebihan dan postur duduk menjadi lebih alami. Teknologi ini membantuku menjalani peran ganda: bekerja dan mendampingi anak, tanpa harus memilih siapa yang lelah lebih dulu, mataku atau mata mereka.

“Tenang, aku tidak akan menyilaukan matamu.” 

Mungkin begitu yang akan ia katakan ketika aku berhadapan dengan layar yang lebar ASUS All-in-One PC V400 (V440/V470) Series sebab ia memberi ruang pandang yang jauh lebih lega. 

Bagi aku yang sudah hampir 40 tahun, layar besar berarti teks lebih nyaman dibaca tanpa harus memperbesar zoom berlebihan, posisi duduk lebih alami, karena mata sejajar dengan layar, bukan menunduk seperti saat memakai laptop, dan tentunya multitasking lebih manusiawi, bisa membuka naskah cerita anak di satu sisi dan referensi di sisi lain tanpa membuat mata cepat lelah.

Dan yang paling penting, layar besar ini tidak menuntut ruang besar. Dengan desain All-in-One yang tipis dan rapi, ASUS AIO tetap bisa ditempatkan di sudut rumah sederhana, tanpa harus mengorbankan meja belajar anak atau membuat kamar terasa sesak.

Ternyata teknologi yang baik bukan yang membuat kita terlihat lebih sibuk, tapi yang membuat kita lebih bertahan lama. Menulis lebih tenang, melihat lebih jelas, dan kembali ke peran sebagai ibu dengan mata yang tidak terlalu lelah sebab ASUS AiO bukan sekadar layar besar, ia memahami kebutuhan visual seluruh anggota keluarga.

Performa yang Mengerti Ritme Harian

Sebagai blogger, konten kreator, sekaligus penulis buku anak, pekerjaanku jarang linear. Aku membuka banyak software dalam satu windows, seperti Word, Capcut, atau bahkan Google Earth untuk membuat konten media sosial.

Aku cukup jarang menutup file yang sedang dikerjakan karena tak ingin ide-ide hilang begitu saja. Menulis naskah, membuka referensi, mengedit gambar ringan, lalu berpindah ke panggilan video. Semua bisa terjadi dalam satu waktu.

Dengan dukungan hingga Intel® Core™ i7-13620H, RAM DDR5 hingga 64GB, dan SSD hingga 2TB, ASUS All-in-One PC V400 Series, perangkat ini memudahkan aku untuk menangani multitasking tanpa jeda yang bisa mengganggu alur berpikir kreatifku. Performa ini terasa relevan untuk produktivitas harian sekaligus hiburan. Dengan performa itu menjadikan ASUS V400 Series, AiO PC terbaik untuk di rumah dan di tempat kerja.




Konektivitas tanpa batas

Di hari yang lain, anak ingin melihat gambar di ponselnya melalui layar besar AiO. Dengan port HDMI-in, aku bisa menghubungkan ponsel langsung ke layar AiO untuk menampilkan gambar atau video agar terlihat lebih jelas, menampilkan hasil karya visual untuk didiskusikan bersama keluarga atau pun menayangkan video edukatif dari perangkat lain. 

Konektivitasnya pun lengkap seperti HDMI-in/out, USB 3.2, USB-C, slot SD/microSD, serta WiFi 6E untuk koneksi cepat dan stabil. Aku tidak perlu repot mencari adapter, cukup sambungkan, dan semuanya siap dipakai untuk belajar aktif atau bekerja produktif. Penting bagiku yang sering berkarya dari rumah.


Output HDMI memungkinkan AiO ini bekerja sebagai layar eksternal jika suatu hari aku perlu menghubungkan laptop atau perangkat lain untuk presentasi kecil untuk anak yang diajar di rumah, menampilkan naskah atau gambar secara kolektif dan belajar bersama keluarga

Port ini layaknya hub kehidupan digitalku. Semakin lama, gallery ponselku semakin penuh. Aku harus memindahkan filenya ke desktop. Itulah mengapa pentingnya port ini. Dengan USB-C, aku bisa transfer data cepat, menyambungkan perangkat modern, atau bahkan menyambungkan monitor eksternal. Aku bisa transfer file besar dari flashdisk atau drive eksternal tanpa menunggu lama menggunakan USB 3.2. aku juga bisa menghubungkan tablet yang aku punya untuk gambar anak. Jika perlu menggunakan mikrofon pun bisa dengan USB ini.

Sering kali anak-anak membuat karya gambar yang kemudian dipotret lewat kamera atau ponsel. Dengan slot SD/microSD yang tersedia langsung di AiO, aku hanya perlu memasukkan kartu memori dan semuanya langsung muncul di layar besar tanpa perlu adapter tambahan.

Adanya fitur Wi-Fi 6E, AiO ini, aku bisa streaming video tutorial tanpa buffering, mengunduh buku referensi atau gambar ilustrasi dengan cepat, mengikuti kelas daring tanpa gangguan, dan upload konten blog atau video ke platform sosial. Wi-Fi 6E ini sangat berguna di rumah yang terkadang dipakai banyak perangkat dari ponsel anak hingga laptopku.

ASUS AiO, Bisakah Kamu Mengurangi Suara Gaduh?

Setiap perangkat sejatinya adalah asisten. Tapi ASUS AiO V400 Series terasa seperti asisten yang melihat lebih dari yang diminta.

Suara gaduh di rumah itu biasa. Anak sedang mengaji, adik menirukan suara ayam, atau ayah yang sedang membenarkan sepeda.

Kalau laptop biasa mungkin hanya berkata, “Maaf, saya tidak bisa.”

ASUS AiO berkata, “Aku membantu kamu tetap profesional tanpa membuat rumah harus diam sepenuhnya.”

Kalau ditanya, “Kenapa harus pakai ASUS AiO?”, mungkin ASUS AiO akan menjawab :

"Aku tahu kamu tidak bekerja di ruang kerja yang tenang. Aku tahu suara anak-anak kadang mengganggu kelas daring. Makanya aku punya AI Noise Cancellation, sebuah teknologi cerdas yang meredam kebisingan di sekitar agar suaramu tetap jernih tanpa terganggu saat rapat online bersama anggota organisasimu atau saat sharing kepenulisan."

Bukan sekadar perangkat, tetapi “teman teknologi”

Satu lagi yang kadang bikin aku tidak nyaman saat video call adalah saat pencahayaan kamarku kurang terang dan membuat wajahku kurang terlihat jelas. Tapi aku juga minder kalau terlalu terang, wajah lelahku akan terlihat jelas.

Background Blur: Privasi di Rumah yang Apa Adanya

Rumah kami bukan studio. Dengan Background Blur, kamera AI ASUS mampu mengaburkan latar belakang secara otomatis. Anak tetap bisa belajar di ruangan, tapi fokus panggilan video tetap pada wajahku. Fitur ini memberiku ruang aman: aku bisa bekerja dari rumah tanpa harus “menyembunyikan” kehidupan keluarga.


Lighting Correction: Cahaya yang Mengerti Kondisi Rumah

Pencahayaan rumah sederhana tidak selalu ideal. Kadang cahaya datang dari samping, kadang terlalu redup. Lighting Correction pada kamera AI ASUS secara otomatis menyesuaikan pencahayaan wajah, membuat tampilan tetap terang dan natural tanpa silau. Seolah kamera berkata:

“Tidak apa-apa, Bu. Cahaya rumahmu cukup. Aku yang menyesuaikan.”


Gaze Correction: Tetap Terlihat Fokus, Meski Membaca Catatan

Saat rapat daring atau diskusi naskah, aku sering melirik catatan. Dengan Gaze Correction, kamera AI ASUS membantu menjaga arah pandangan tetap terlihat seolah aku menatap lawan bicara. Bukan untuk berpura-pura, tapi untuk menghormati percakapan agar komunikasi terasa lebih hangat dan profesional, meski dilakukan dari kamar kecil.


Motion Tracking: Bergerak Tanpa Kehilangan Fokus

Sebagai ibu, aku jarang benar-benar diam. Kadang harus bergeser sedikit membantu mengambilkan mainan anak yang jatuh di dekat kaki. Kadang berdiri sebentar untuk menenangkan si adik. Motion Tracking memungkinkan kamera tetap mengikuti pergerakanku, menjaga wajah tetap berada di pusat frame. Ini bukan fitur mewah. Ini fitur yang memahami tubuh yang aktif dan ruang kerja yang tidak kaku.



Appearance Filter: Segar Tanpa Berlebihan

Appearance Filter di kamera AI ASUS tidak mengubah wajahku menjadi orang lain. Fitur ini hanya membantu tampilan terlihat lebih segar, menghaluskan sedikit, menyeimbangkan warna, tanpa efek berlebihan. Wajah lelahku bisa disamarkan bahkan tampak segar dengan efek riasan pada kameranya. Aku tampak menggunakan riasan alami saat melakukan panggilan video.


ASUS 3DNR: Wajah Lebih Jelas, Detail Lebih Bersih

Teknologi ASUS 3D Noise Reduction (3DNR) bekerja di balik layar, mengurangi noise visual terutama dalam kondisi cahaya rendah. Hasilnya, wajah terlihat lebih jelas dan detail tetap terjaga saat video call. Bagiku, ini penting, karena komunikasi visual yang jelas membantu kepercayaan, baik saat bekerja maupun berinteraksi personal.

Sekarang aku tidak khawatir karena ASUS All-in-One PC V400 Series (V440/V470) ini memiliki efek kamera AI ASUS seperti mentari kecil yang otomatis menyesuaikan pencahayaan, fokus, serta mengaburkan latar, sehingga setiap panggilan video atau kelas daring menjadi lebih terang, nyaman, profesional, dan tidak canggung.

Suara yang Menghidupkan Rumah, Bukan Sekadar Mengisi Ruangan

Di rumah sederhana kami, suara punya peran penting. Bukan hanya suara ketikan keyboard atau notifikasi kerja, tapi juga lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang mengalun pelan di pagi atau sore hari. Dari situlah anak-anak belajar mendengar, menirukan, lalu menghafal pelan-pelan, tanpa paksaan.

Ketika suara terdengar jelas dan utuh, proses menghafal menjadi lebih mudah. Dan di sinilah ASUS All-in-One PC V400 Series menunjukkan kelebihannya melalui sistem audio yang tidak biasa untuk sebuah PC rumahan.


Speaker Stereo Berkualitas Tinggi: Suara Jernih yang Bisa Dipercaya

ASUS V400 AiO dibekali speaker stereo berkualitas tinggi yang terintegrasi langsung di bodinya. Suara yang dihasilkan terasa murni, kaya, dan penuh, bukan tipis atau pecah. Saat anak-anak mendengarkan murotal, lafal huruf terdengar jelas, panjang-pendek bacaan bisa dibedakan dan intonasi qari terdengar alami. Ini penting, karena menghafal Al-Qur’an bukan hanya soal mengingat kata, tapi juga ketepatan bunyi.


Desain Bass-Reflex: Suara Dalam Tanpa Mengganggu

Yang membuatku terkejut, ASUS menghadirkan desain bass-reflex canggih, teknologi yang biasanya hanya ada di sistem speaker hi-fi. Bass terdengar halus dan kuat, namun tidak menutupi suara utama. Hasilnya, suara murotal terdengar hangat, tidak menusuk telinga, dan tetap nyaman meski diputar berulang kali. Anak-anak bisa mendengarkan ayat yang sama berkali-kali tanpa merasa lelah atau terganggu.


Dolby Atmos: Suara yang Menyelimuti, Bukan Sekadar Keras

Dengan Dolby Atmos, suara tidak hanya datang dari kiri dan kanan. Suaranya mengelilingi memenuhi ruangan dengan lembut. Bagi anak-anak, pengalaman ini membuat mereka lebih fokus mendengarkan, tidak mudah terdistraksi, dan merasa tenang saat menghafal. Bagiku sebagai ibu, ini berarti rumah tetap terasa damai tanpa perlu menaikkan volume berlebihan.


Ketika Teknologi Membantu Ibadah, Bukan Mengganggu

Aku bersyukur, karena perangkat ini tidak hanya mendukung pekerjaan dan belajar, tetapi juga mendukung aktivitas spiritual keluarga. Anak-anak bisa mendengar murotal dengan jelas, menghafal ayat demi ayat dengan percaya diri, dan belajar tajwid lewat suara yang akurat. Semua itu dilakukan dari satu perangkat yang sama tanpa speaker tambahan, tanpa kabel rumit, tanpa suara pecah.

MaasyaAllah.


Hati Lebih Tenang, Keamanan Terjamin

Kamera Retractable: Privasi yang Bisa Dikendalikan Sendiri

Tidak semua waktu adalah waktu untuk tampil di kamera. Ada momen ketika aku ingin fokus menulis, atau ketika anak-anak berlalu-lalang di belakang layar. Kamera yang dapat ditarik (retractable camera) pada ASUS V400 AiO bisa disembunyikan secara manual. Tidak bergantung pada pengaturan software. Ternyata privasi tetap berada di tangan pengguna, kapan pun dibutuhkan.


Slot Kunci Kensington Nano: Keamanan Fisik di Ruang Terbuka

Rumah kami tidak banyak sekat seolah semua orang yang datang akan bisa melihat seluruh isi rumah. Ada tamu, ada anak, ada aktivitas keluar-masuk ruangan. ASUS V400 AiO dilengkapi slot kunci Kensington Nano, memungkinkan perangkat dikunci secara fisik.

Fitur ini memiliki manfaat:

  • Mencegah pencurian saat perangkat ditinggal sejenak

  • Memberi rasa aman saat AiO ditempatkan di ruang bersama

  • Cocok untuk rumah, sekolah kecil, atau ruang kerja komunitas

Bagiku, ini seperti ketenangan tambahan di mana perangkat yang menyimpan naskah buku anak, dokumen kerja, dan data keluarga terlindungi dengan baik.


Saatnya Membawa Pulang Ruang Belajar dan Berkarya ke Rumahmu

Ketika satu perangkat bisa dipakai bergantian tanpa drama,
ketika anak belajar teknologi tanpa harus menunduk terlalu dekat ke layar,
ketika ibu bisa bekerja tanpa memindahkan laptop setiap jam,
di situlah teknologi benar-benar bekerja untuk keluarga.

Di rumah kecil dan sederhana seperti rumahku, keputusan membeli perangkat teknologi bukan perkara gaya. Ini adalah keputusan tentang kenyamanan mata anak, ketenangan bekerja, dan ruang bersama yang tidak lagi harus berebut.

Jika kamu juga seorang ibu, orang tua, penulis, pekerja rumahan, atau siapa pun yang ingin menghadirkan teknologi yang mendidik, rapi, dan manusiawi, maka ASUS All-in-One PC V400 (V440/V470) Series layak masuk ke rumahmu.

Agar tenang, aman, dan bergaransi resmi, kamu bisa membelinya langsung melalui kanal resmi ASUS, Tokopedia Official Store, atau Shopee Official Store. Kalau kalian penasaran dengan contoh produk ASUS All-in-One PC V400 (V440VA), bisa klik di website ASUS.

Dengan membeli di kanal resmi, kamu mendapatkan jaminan produk asli, layanan purna jual terpercaya, dan ketenangan jangka panjang.

Jika kamu ingin menghadirkan satu perangkat yang ramah anak, nyaman untuk mata, kuat untuk multitasking, dan rapi untuk rumah minimalis, maka ASUS All-in-One PC V400 Series bukan sekadar pilihan teknologi tetapi juga keputusan kecil yang mengubah keseharian.

Penutup

Rumahku tetap sederhana.
Tidak berubah jadi futuristik.
Tidak penuh perangkat mahal.
Yang berubah hanyalah cara kami belajar, bekerja, dan berbagi layar.

Bagiku, teknologi yang baik adalah yang membuat aku tidak merasa sendirian menjalani banyak peran. Kamera AI yang memahami kondisi wajah lelah, noise cancellation yang mengerti rumah ramai, dan performa yang stabil. Semuanya terasa seperti dukungan yang tak nampak.

ASUS All-in-One PC V400 (V440/V470) Series hadir bukan untuk mengubah rumahku menjadi modern, tetapi untuk membuat rumah sederhana ini tetap produktif, manusiawi, dan penuh cerita.

^^

Artikel ini diikutsertakan pada Lomba Blog “ASUS AiO V400, The Most Aesthetic Workstation!” yang diadakan oleh Travelerien.
Sebagai seorang ibu yang selalu sibuk mengurus anak, rumah, dan karier, rasanya seperti tak pernah ada waktu untuk diri sendiri apalagi untuk olahraga. Rutinitas harian yang padat membuat banyak ibu merasa sulit menemukan “me time” untuk aktif bergerak, padahal menjaga kebugaran sangat penting untuk kesehatan fisik dan mental ibu.

Sekarang, semakin banyak ibu yang akhirnya bisa mulai olahraga lagi karena cara berolahraga di rumah sudah jauh lebih mudah, praktis, dan fleksibel. Tanpa perlu pergi ke gym atau meninggalkan anak terlalu lama, ibu bisa memilih berbagai jenis latihan yang bisa dilakukan kapan saja, bahkan saat anak tidur siang atau setelah pekerjaan rumah selesai.

Mulai dari workout singkat 7 menit, yoga untuk pemula, pilates, hingga latihan tanpa alat, semuanya bisa diakses lewat aplikasi fitness, video YouTube, hingga program latihan yang sudah disusun oleh instruktur profesional. Banyak aplikasi juga menyediakan latihan khusus perempuan, lengkap dengan panduan gerakan, pengingat harian, dan tracking progres yang membantu ibu tetap konsisten.

Intinya, olahraga dari rumah kini menjadi pilihan yang paling realistis bagi ibu dengan jadwal padat, efisien, hemat waktu, dan tetap efektif menjaga tubuh tetap sehat serta bertenaga.

Aplikasi olahraga untuk wanita gratis

Beberapa aplikasi workout di rumah untuk ibu rumah tangga adalah:

1. Nike Training Club (NTC)



Aplikasi Nike Training bisa diunduh gratis di Google Play Store dan  memiliki rating 4,3 dari 361 ribu ulasan di Google Play.
Aplikasi ini menyediakan ratusan kelas latihan on-demand (strength, cardio, yoga, mobilitas) untuk berbagai level, dari pemula hingga lanjut. Terdapat rencana latihan (“training plans”) selama 4-8 minggu, termasuk opsi tanpa alat atau dengan alat gym. User interface aplikasi ini mudah digunakan: setelah login, pengguna diminta menjawab kondisi dan tujuan dan kemudian ditampilkan rekomendasi latihan. 

Kelebihan dari aplikasi ini adalah menawarkan banyak konten kualitas tanpa biaya awal, variasi latihan bagus untuk perempuan yang ingin mengkombinasikan kekuatan, cardio, mobilitas; dan cocok untuk penggunaan di rumah atau di gym.

Kekurangan aplikasi ini adalah fitur pelacakan progress (tracking workout completed) yang kurang optimal. Walau gratis, rencana latihan (training plans) mungkin tidak sebanyak aplikasi berbayar lainnya. Beberapa fitur offline mungkin terbatas (tergantung versi).

Jika Anda adalah perempuan yang ingin mulai atau memperkuat rutinitas olahraga tanpa biaya besar, NTC adalah pilihan sangat tepat. Bagus sebagai dasar kemudian bisa dipadukan dengan aplikasi atau alat tambahan bila ingin hasil lebih spesifik (misalnya sculpting atau latihan pasca-melahirkan).

2. Tone It Up



Aplikasi ini secara khusus ditujukan untuk perempuan dengan program yang mencakup toning, sculpting, yoga, kickboxing, bar­re, serta program kehamilan dan pasca-melahirkan. Lebih dari 1.000 latihan untuk berbagai tujuan dan tingkatan. Komunitas pengguna yang aktif: pengguna ikut challenge mingguan, pengingat kelas, dan pelacakan progres.
Kelebihan aplikasi olahraga Tone It Up yaitu 
  • Sesuai kebutuhan perempuan—bukan hanya “aplikasi olahraga umum”.
  • Cocok untuk program kehamilan/pasca melahirkan adalah bonus besar untuk segmen parenting (yang mungkin juga bagian dari audiens Anda sebagai blogger parenting).
  • Variasi gaya latihan tinggi: dari yang ringan hingga cukup challenging.

Kekurangan aplikasi workout untuk wanita ini adalah:
  • Sebagai aplikasi spesial untuk perempuan, bisa jadi kurang fokus bagi yang hanya ingin latihan strength berat atau fitness kompetitif.
  • Biaya mungkin lebih tinggi untuk akses penuh fitur (perlu cek model langganan).
  • Beberapa pengguna menyebut bahwa tantangannya kadang repetitif jika digunakan lama.
Aplikasi ini sangat cocok bagi perempuan yang ingin latihan di rumah dengan konteks “wanita” (toning, sculpting, keseimbangan), terutama jika ada kehamilan/pasca-melahirkan. Aplikasi ini bisa jadi pilihan yang lebih personal dibanding aplikasi umum.

3. BetterMe

Aplikasi “all-in-one” yang mencakup workout, nutrisi, dan wellbeing (kesehatan mental) ini cocok bagi pemula / level menengah karena banyak pilihan workout 10-30 menit yang bisa dilakukan di rumah. Tersedia fitur seperti pilates, latihan ringan, & bisa disesuaikan berdasarkan target pengguna.
Kelebihan aplikasi workout BetterMe:
  • Fleksibilitas dan kemudahan: pas untuk yang punya waktu terbatas atau sering berpindah lokasi (travel).
  • Kombinasi workout + nutrisi menjadikannya aplikasi yang lebih “holistik”.

Kekurangan:
  • Banyak fitur menarik berada di balik langganan berbayar (subscription).
  • Untuk pengguna yang sudah cukup advanced, mungkin fitur-latihan kurang menantang. 
  • Pilihan harga dapat membingungkan bagi sebagian orang.
Jika anda adalah perempuan dengan waktu terbatas, ingin workout ringan di rumah sambil diimbangi diet/lifestyle, BetterMe adalah pilihan yang layak dibahas. Anda bisa menekankan bahwa jika budget memungkinkan dan komitmen ada, bisa jadi investasi yang membantu.

4. Women Workout ‑ Female Fitness

Aplikasi yang secara spesifik menyebut “Women Workout – Female Fitness” ini membantu membakar lemak perut, men-tone glute, memperkecil paha/anggota tubuh. Gerakan pada aplikasi workout ini fokus pada body-weight workout (tanpa alat) sehingga cocok untuk latihan di rumah tanpa gym. 


Kelebihan aplikasi Women Workout Female Fitness adalah :
  • Simpel dan langsung ke sasaran: jika target pengguna adalah “ingin tubuh lebih ramping/toned secara spesifik”.
  • Tidak membutuhkan banyak alat (fit for home workout).
Kekurangan:
  • Fokusnya sangat spesifik: mungkin kurang cocok bagi yang ingin latihan kekuatan berat atau variasi gaya yang luas.
  • Mungkin terasa “kurang” untuk yang sudah rutin olahraga dan ingin ke tingkat lanjut.
  • Info terkait komunitas, pelacakan progres lanjutan, dan nutrisi kurang banyak dibahas.
Aplikasi ini bisa menjadi “entry level” yang bagus untuk audiens perempuan yang baru mulai, yang belum punya alat atau waktu pergi ke gym. Aplikasi ini bisa dikatakan sebagai “starter app” artinya nanti jika sudah rutin, bisa naik ke aplikasi dengan fitur lebih lengkap.

5. Workout for Women ‑Your Ultimate Fitness Partner

Aplikasi ini sangat fokus pada kebutuhan perempuan dengan program 7-menit latihan harian, tantangan 28-hari, latihan kekuatan tubuh bagian bawah atau tubuh penuh, pilihan untuk home workout/gym.

Kelebihan:
  • Aplikasi olahraga yang cocok untuk perempuan sibuk: “7-menit” adalah waktu yang realistis untuk banyak orang.
  • Fokus pada rutinitas cepat, yang membuatnya lebih mudah dipertahankan (consistency).
  • Harga mungkin lebih terjangkau atau versi gratis yang cukup untuk mulai.
Kekurangan:
  • Karena durasi latihan pendek, mungkin hasilnya lebih lambat atau kurang kuat dibanding program yang lebih lama/lebih intens.
  • Mungkin kurang fitur komunitas, coaching atau nutrisi dibanding aplikasi “premium”.
  • Orang yang sudah cukup fit atau punya target tinggi mungkin merasa kurang “challenging”.
Jila kalian adalah perempuan dengan jadwal sangat padat (kerja, keluarga, ibu-anak) dan butuh solusi workout sederhana dan cepat, aplikasi ini bisa jadi pilihan sangat praktis. Untuk mendapatkan hasil yang optimal, konsistensi lebih penting daripada durasi panjang.

Tips memilih aplikasi olahraga yang tepat 

Memiliki waktu yang terbatas tapi juga ingin badan tetap sehat, anda bisa memilih aplikasi olahraga di rumah gratis yang benar-benar sesuai kebutuhan pribadi. Beberapa tips memilih aplikasi olahraga terbaik untuk wanita adalah:
  • Tentukan tujuan utama. Apakah ingin menurunkan berat badan, mengencangkan tubuh (toning), meningkatkan kekuatan, atau menyesuaikan kehamilan/pasca melahirkan?
  • Cek level latihan dan durasi. Pemula mungkin perlu aplikasi dengan durasi pendek, panduan video yang jelas; pengguna menengah/lanjut mungkin butuh opsi variasi dan intensitas.
  • Perhatikan alat/alat bantu. Apakah aplikasi memerlukan dumbbell, resistance band, atau hanya body-weight? Untuk pengguna yang latihan di rumah minimal peralatan, aplikasi tanpa alat adalah keunggulan.
  • Lihat kemampuan pelacakan progres. Apakah aplikasi mencatat latihan, memberi pengingat, komunitas atau social support?
  • Cek biaya vs gratis: Banyak aplikasi bagus gratis atau memiliki versi gratis, tapi fitur utama mungkin premium. Sebutkan secara jujur biaya yang mungkin dibutuhkan.
  • Sesuaikan dengan waktu & konsistensi. Latihan yang terlalu panjang atau terlalu sering bisa sulit dijalankan jika pengguna punya jadwal padat. Aplikasi dengan rutin singkat mungkin lebih mudah dipertahankan.
  • Cek kesesuaian untuk perempuan. Jika aplikasi menyebut “for women” atau memiliki modul kehamilan/pasca melahirkan, bisa jadi keunggulan untuk pembaca perempuan yang punya kebutuhan spesial.
  • Perhatikan privasi & keamanan data. Dalam riset ditemukan bahwa banyak aplikasi kesehatan/fitness memiliki risiko keamanan data. Meskipun aplikasi workout tidak selalu femtech-melacak siklus menstruasi, pembaca yang peduli privasi boleh diberi catatan ini.

Rekomendasi Aplikasi workout terbaik 

Beberapa aplikasi workout terbaik yang bisa direkomendasikan agar anda bisa memilih berdasarkan kebutuhan:
  • Jika ingin gratis dan banyak pilihan latihan, pilih Nike Training Club.
  • Jika ingin aplikasi yang fokus ke perempuan (toning, kehamilan, komunitas), pilih Tone It Up.
  • Jika mencari solusi holistic (workout + nutrisi + wellbeing) dan bersedia berlangganan, pilih BetterMe.
  • Jika baru mulai dan ingin latihan sederhana tanpa alat, pilih Women Workout-Female Fitness.
  • Jika sangat sibuk dan butuh rutinitas cepat yang masuk jadwal harian wanita padat, pilih Workout for Women.
Jika kalian akan memilih aplikasi workout yang mana?






Referensi:

https://play.google.com/store/apps/details?hl=en&id=com.nike.ntc&utm_source=chatgpt.com "Nike Training Club - Apps on Google Play"

https://www.nike.com/id/ntc-app?utm_source=chatgpt.com "Nike Training Club App. Home Workouts & More."

https://www.thezoereport.com/wellness/nike-training-club-app-review?utm_source=chatgpt.com "Nike Training Club App Review: These Virtual Workouts ..."

https://www.garagegymreviews.com/nike-training-club-review?utm_source=chatgpt.com "Expert-Tested: Nike Training Club Review (2025)"

https://www.tomsguide.com/reviews/nike-training-club-app?utm_source=chatgpt.com "The Nike Training Club app is one of the top free workout ..."

https://play.google.com/store/apps/details?hl=en&id=com.toneitup.android&utm_source=chatgpt.com "Tone It Up: Fitness App"

https://womenlovetech.com/tone-it-up-review-health-and-fitness-app-and-website/?utm_source=chatgpt.com "Tone It Up Review: Health and Fitness App and Website"

https://onestrongsoutherngirl.com/tone-it-up-review/?utm_source=chatgpt.com "Tone it Up (An Incredibly Honest Review)"

https://cybernews.com/health-tech/betterme-app-review/?utm_source=chatgpt.com "BetterMe App Review: Does This Wellness-Focused ..."

https://www.marieclaire.co.uk/life/health-fitness/better-me-app-review?utm_source=chatgpt.com "I've Been Using The BetterMe App - and the Pilates Workouts Have Become My Go-To For Busy WFH Days"

https://betterme.world/articles/is-betterme-free/?utm_source=chatgpt.com "Is BetterMe Free? A Full Breakdown Of What's Free And ..."

https://www.medicalnewstoday.com/articles/betterme-review?utm_source=chatgpt.com "BetterMe: Our Tester's Hands-on Review"

https://www.garagegymreviews.com/betterme-review?utm_source=chatgpt.com "Expert-Tested: BetterMe Review (2025)"

https://play.google.com/store/apps/details?hl=en&id=women.workout.female.fitness&utm_source=chatgpt.com "Workout for Women: Fitness App"

https://play.google.com/store/apps/details?hl=en&id=net.workoutinc.seven_7minutesfitness_forwomen&utm_source=chatgpt.com "Workout for Women: Fit & Sweat - Apps on Google Play"

https://arxiv.org/abs/2404.05876?utm_source=chatgpt.com "Privacy and Security of Women's Reproductive Health Apps in a Changing Legal Landscape"

Dulu, kita membuat presentasi yang menarik harus memikirkan desain visual sendiri sesuai kreativitas sendiri. Kadang hasilnya malah terkesan biasa saja. Membuat ppt yang menarik pun memerlukan waktu yang tidak sebentar. Belum lagi harus memikirkan konten. Sekarang, kita bisa membuat presentasi menarik, mudah dan efektif dengan Gamma AI. Kita bisa terbantu membuat konten presentasi dan desain visual dengan Gamma AI.

Apa itu Gamma AI?

Gamma AI adalah platform berbasis kecerdasan buatan yang membantu pengguna membuat presentasi visual dan dinamis dengan cepat dan mudah. Dengan kemampuan otomatisasi desain dan pembuatan konten, Gamma AI memungkinkan Anda membuat presentasi yang menarik dalam waktu singkat.

Fitur Utama Gamma AI

Desain Otomatis

Gamma AI mengatur elemen desain, termasuk teks, gambar, dan layout, agar sesuai dengan standar visual profesional. Dengan desain otomatis, Anda tidak perlu khawatir tentang tata letak atau elemen visual, sehingga Anda bisa fokus pada konten. 

Pembuatan Konten

Gamma AI dapat menghasilkan teks untuk presentasi berdasarkan topik yang Anda tentukan. Sayangnya karena dibatasi pada 10 slide, maka Anda harus memanfaatkan slide sebaik-baiknya untuk konten ppt.

Integrasi Gambar AI

Membuat gambar berkualitas tinggi berdasarkan deskripsi teks yang Anda berikan. 

Penggunaan Template

Tersedia berbagai template untuk memulai presentasi dengan cepat. Gamma AI menyediakan beragam template dengan beragam warna dan desain. Kita tidak perlu lagi memikirkan desain visual untuk ppt. Memang tidak seperti aplikasi Canva yang memiliki banyak pilihan elemen untuk dimasukkan ke dalam ppt.

Membuat Presentasi dengan Gamma AI

Untuk membuat presentasi menggunakan Gamma AI, Anda dapat mengikuti langkah-langkah berikut. Gamma AI adalah alat berbasis kecerdasan buatan yang dapat membantu Anda membuat presentasi visual dan menarik dengan mudah.

1. Masuk ke Website Gamma AI

Silakan buka website gamma.app kemudian Anda bisa Daftar atau Masuk dengan akun yang Anda miliki.

2. Pilih Create New AI

Setelah masuk, Anda akan disajikan dengan berbagai menu di sebelah kiri dan bagian tampilan utama di sebelah kanan. Pilih Create New AI.

3. Pilih opsi  Create With AI

Anda akan diberikan tiga pilihan opsi:

Membuat ppt dengan AI

Paste in text : Jika Anda sudah punya konten, outline atau notes di dalam file. Anda bisa melakukan copy paste pada opsi ini. Atau Anda bisa improt file pada opsi ini.

Generate: Anda bisa membuat powerpoint dengan AI hanya dengan memasukkan prompt pada opsi ini. Yang penting untuk diperhatikan bahwa prompt harus jelas, detail dan sesuai dengan tujuan dari presentasi yang ingin dibuat.

Import files atau URL: Anda bisa membuat ppt dengan Gamma AI yang mudah hanya dengan memasukkan URL jika berasal dari website atau import file jika sudah memiliki konten di dalam dokumen.

Sedangkan saya coba membuat PowerPoint dengan prompt AI. 

4. Pilih Presentation

Tampilan Gamma AI ada tiga pilihan yaitu Presentation, Webpage dan Document. Untuk membuat slide presentasi di Gamma AI, Anda pilih Presentation. Karena menggunakan aplikasi gratis, jumlah slide dibatasi hanya 10 slide (10 card). Jangan lupa ganti Bahasa menjadi Bahasa Indonesia agar isi konten slide berbahasa Indonesia.

Membuat powerpoint dengan AI

Gamma AI dapat membantu Anda menyusun ide utama, poin-poin penting, atau bahkan membuat ringkasan topik berdasarkan teks prompt yang Anda masukkan.

Misalnya, Anda bisa memasukkan prompt seperti "Penulisan kreatif" dan Gamma AI akan membantu merancang layout dan teks untuk slide Anda.

Pada kolom Describe What You'd Like to Make silakan isi prompt sesuai kebutuhan presentasi Anda.

Pilih Generate Outline.

5. Edit Outline

Anda bisa mengedit outline sesuai kebutuhan. Anda bisa menambahkan jumlah slide (card) sampai 10.

Jika Anda memerlukan gambar untuk mendukung presentasi, Anda bisa membuat gambar dengan mendeskripsikan apa yang Anda inginkan. Gunakan fitur gambar AI dengan menambahkan prompt di kolom Image Style.

Misalnya, jika topik presentasi Anda tentang teknologi, Anda dapat meminta Gamma AI untuk membuat gambar seperti "Futuristic robots in a modern city."

Kemudian Pilih Continue.

Membuat presentasi dengan Gamma AI

6. Pilih Template

Setelah itu, Anda bisa pilih template yang sudah tersedia. Kemudian Pilih Generate.

Gamma AI ppt

7. Edit Slide Presentasi

Gamma AI akan mengatur layout secara otomatis untuk memastikan desain slide Anda menarik dan profesional. Anda dapat menyesuaikan warna, font, dan elemen desain sesuai dengan preferensi Anda pada icon kecil di setiap card/slide. Anda juga bisa mengedit, menambah dan mengurangi isi presentasi.

Review presentasi Anda untuk memastikan tidak ada kesalahan agar desain terlihat profesional.

Membuat slide dengan Gamma AI

8. Ekspor atau Presentasikan

Setelah selesai, Anda bisa mengunduh presentasi dalam format PDF atau PowerPoint. Lebih baik simpan dalam bentuk
Alternatifnya, Anda juga bisa langsung ke dalam ppt agar bisa menambahkan efek atau animasi. Antisipasi jika sinyal tidak bagus, maka ppt offline bisa digunakan.

Demikian cara membuat ppt presentasi yang mudah dan efektif dengan Gamma AI. Dengan begitu kita bisa menggunakan waktu kita untuk bekerja lainnya.

Dengan menggunakan Gamma AI, Anda dapat membuat presentasi yang menarik dengan sedikit usaha, memanfaatkan kekuatan AI untuk menyusun desain, konten, dan gambar secara otomatis. Ini sangat berguna jika Anda ingin menghemat waktu atau mencari inspirasi desain yang lebih kreatif. Anda bisa memanfaatkan Gamma AI dengan deskripsi atau ponsel Anda. Saya mendesain Gamma AI ppt dengan ponsel Samsung A22 saya.


Memilih Laptop Gaming Terbaik yang cocok untuk gaming sekaligus menunjang kebutuhan kuliah adalah tantangan tersendiri. Laptop semacam ini harus memiliki performa tinggi untuk gaming namun juga mendukung aktivitas akademik seperti menjalankan aplikasi desain, mengetik laporan, hingga mengikuti kelas daring.

Hal ini menjadi cukup sulit setelah melihat banyaknya laptop gaming dengan harga yang terjangkau untuk spesifikasi. Adapun salah satu contohnya adalah ASUS TUF Gaming A15.
Laptop gaming terbaik

Memilih Laptop Gaming Terbaik

Lalu bagaimana cara memilih laptop gaming terbaik yang bisa digunakan untuk kuliah? Silakan simak artikel ini sampai selesai.

1. Pastikan Prosesor Mendukung Multitasking

Laptop untuk gaming dan kuliah membutuhkan prosesor yang cepat tetapi juga efisien dalam menangani multitasking. Tentu prosesor yang kuat membuat Anda dapat dengan mudah berpindah antara game dan pekerjaan akademik tanpa hambatan. Berdasarkan kebutuhan tersebut maka prosesor AMD Ryzen dan Intel Core Ultra 5 generasi terbaru adalah pilihan ideal.

Prosesor AMD Ryzen 5 memiliki performa multi-core yang luar biasa sehingga mampu menangani tugas berat seperti gaming dan aplikasi desain grafis. Sementara itu Intel Core Ultra 5 generasi ke-11 menawarkan kecepatan single-core tinggi.

Karena itu dua pilihan prosesor tersebut sangat bermanfaat untuk aplikasi kuliah seperti Microsoft Office, Zoom, atau Google Workspace.

2. Pilih Kartu Grafis yang Cukup untuk Gaming dan Desain

Kartu grafis (GPU) sangat penting untuk gaming, namun juga krusial jika Anda mengambil jurusan yang membutuhkan aplikasi desain grafis atau rendering video. Laptop di kategori ini biasanya dilengkapi dengan GPU entry-level seperti NVIDIA GeForce GTX 1650 atau AMD Radeon RX 560X.

NVIDIA GeForce GTX 1650 adalah pilihan populer yang mampu menjalankan game AAA pada pengaturan medium hingga tinggi. Selain itu GPU ini juga cukup mumpuni untuk aplikasi desain seperti Adobe Photoshop, Illustrator, dan bahkan AutoCAD. Sementara itu AMD Radeon RX 560X memberikan performa stabil untuk gaming sekaligus mendukung kebutuhan rendering ringan hingga menengah.

3. Pilih Laptop dengan RAM yang Dapat Diupgrade

RAM adalah salah satu elemen penting yang menentukan seberapa lancar laptop Anda berjalan. Untuk laptop yang digunakan untuk gaming dan kuliah maka RAM berkapasitas minimal 8GB adalah standar. Namun jika memungkinkan lebih disarankan untuk memilih laptop dengan slot RAM tambahan untuk ekspansi hingga 16GB atau lebih.

Kapasitas RAM yang besar sangat membantu jika Anda sering menjalankan aplikasi berat seperti software simulasi, desain 3D, atau multitasking dengan banyak tab browser terbuka. RAM tipe DDR4 dengan kecepatan tinggi (2666MHz atau 3200MHz) lebih disarankan karena menawarkan kinerja lebih baik dan efisiensi daya yang optimal.

4. Utamakan Penyimpanan SSD untuk Kecepatan dan Efisiensi

Penyimpanan adalah faktor lain yang tidak boleh diabaikan. Laptop dengan SSD (Solid State Drive) menawarkan kecepatan baca/tulis yang jauh lebih cepat dibandingkan HDD (Hard Disk Drive). SSD sangat penting untuk mempercepat waktu booting, loading game, dan membuka aplikasi akademik seperti SPSS atau MATLAB.

Laptop yang cocok untuk gaming dan kuliah biasanya dilengkapi dengan SSD berkapasitas 256GB hingga 512GB. Jika Anda membutuhkan lebih banyak ruang untuk menyimpan file kuliah dan game maka Anda bisa memilih laptop yang menawarkan kombinasi SSD dan HDD. HDD berkapasitas 1TB dapat digunakan untuk menyimpan data besar seperti video pembelajaran, file proyek, atau koleksi game.

Selain itu jenis SSD juga memengaruhi performa. SSD NVMe memiliki kecepatan hingga 5 kali lebih tinggi dibandingkan SSD SATA. Jika memungkinkan tentunya pilih laptop dengan SSD NVMe untuk mendapatkan kinerja terbaik.

5. Perhatikan Portabilitas dan Daya Tahan Baterai

Laptop gaming biasanya lebih berat dibandingkan laptop biasa, tetapi jika Anda membutuhkannya untuk kuliah, portabilitas menjadi faktor penting. Pilih laptop dengan bobot dan dimensi yang sesuai agar mudah dibawa ke kampus atau perpustakaan.

Daya tahan baterai juga merupakan aspek yang tidak boleh diabaikan. Meskipun laptop gaming umumnya memiliki baterai yang lebih cepat habis, beberapa model menawarkan mode hemat daya yang dapat memperpanjang masa pakai baterai saat digunakan untuk aktivitas kuliah. Idealnya adalah memilih laptop dengan baterai yang mampu bertahan minimal 4-6 jam dalam penggunaan ringan.

Selain itu laptop yang mendukung pengisian cepat (fast charging) akan sangat membantu bagi mahasiswa yang sering berpindah tempat. Tentu teknologi ini memungkinkan baterai dapat terisi sebagian besar dalam waktu singkat sehingga Anda tidak perlu khawatir kehabisan daya di tengah aktivitas penting.

Memilih laptop gaming yang juga cocok untuk kuliah memerlukan perhatian khusus pada berbagai aspek, seperti prosesor, kartu grafis, RAM, penyimpanan, portabilitas, dan fitur pendukung lainnya. Laptop semacam ini tidak hanya harus kuat untuk bermain game tetapi juga praktis dan efisien untuk menunjang aktivitas akademik.

Laptop untuk editing video

Bila Anda sering melakukan video editing, pasti tahu persis bahwa sebuah laptop yang tepat sangat mempengaruhi hasil atau karya Anda bukan? Laptop yang tepat untuk video editing juga tidak hanya bisa dilihat sekadar soal harga atau desain, melainkan performa dan kemampuan perangkat dalam menangani tugas berat.

Proses rendering video, penggunaan software editing seperti Adobe Premiere Pro atau DaVinci Resolve, serta kebutuhan multitasking membuat laptop dengan spesifikasi yang mumpuni menjadi prioritas! Laptop tipis ASUS Zenbook 14 OLED (UX3405) hadir sebagai jawaban untuk Anda yang mencari laptop tipis namun bertenaga yang bisa membantu pekerjaan editing video!

Spesifikasi yang Dibutuhkan untuk Kebutuhan Video Editing

Laptop untuk video editing membutuhkan kombinasi spesifikasi yang tepat agar setiap proses berjalan mulus. Berikut beberapa komponen utama yang harus diperhatikan:

Prosesor Kuat dan Efisien

Prosesor menjadi otak utama dalam setiap proses komputasi. Untuk kebutuhan video editing, prosesor minimal harus memiliki banyak core dan thread agar mampu menangani rendering dan preview video secara real-time tanpa lag. Pilihan prosesor Intel® Core™ Ultra 7 merupakan salah satu solusi ideal.

Memori RAM Besar

RAM berperan penting dalam multitasking dan proses rendering. Software editing video modern membutuhkan RAM minimal 16GB. Namun, agar kinerja lebih optimal terutama saat bekerja dengan file beresolusi tinggi seperti 4K, kapasitas 32GB menjadi pilihan tepat.

Penyimpanan SSD Cepat

Penyimpanan SSD tidak hanya mempercepat proses booting dan loading software, tetapi juga mempengaruhi kecepatan akses file saat editing. SSD berkapasitas besar seperti 1TB membantu menyimpan video dan proyek besar tanpa kekhawatiran akan kehabisan ruang.

Layar Berkualitas Tinggi

Akurasi warna sangat penting dalam video editing. Layar OLED dengan resolusi tinggi dan rasio aspek 16:10 memberikan ruang kerja lebih luas dan reproduksi warna yang lebih akurat.

Portabilitas dan Daya Tahan Baterai

Video editor seringkali bekerja secara mobile. Oleh karena itu, laptop tipis dan ringan dengan daya tahan baterai yang baik sangat dibutuhkan untuk mendukung produktivitas kapan saja dan di mana saja.

Spesifikasi Varian Tertinggi ASUS Zenbook 14 OLED (UX3405)

Laptop spek tinggi

Varian tertinggi ASUS Zenbook 14 OLED (UX3405) hadir dengan spesifikasi mumpuni yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan para profesional video editor. Berikut detail spesifikasi utama yang menjadi daya tarik laptop ini:

Intel® Core™ Ultra 7 Processor 155H 1.4 GHz

Prosesor Intel® Core™ Ultra 7 menawarkan kecepatan dan efisiensi yang dibutuhkan dalam proses editing dan rendering video. Dengan arsitektur modern dan frekuensi tinggi, prosesor ini mampu menjalankan aplikasi berat tanpa hambatan.

Layar 3K OLED (2880 x 1800) dengan Rasio 16:10

ASUS Zenbook 14 OLED dilengkapi layar beresolusi 3K dengan panel OLED, memberikan visual tajam dan warna akurat. Rasio aspek 16:10 memungkinkan ruang kerja yang lebih luas sehingga memudahkan proses editing timeline video.

Penyimpanan 1TB M.2 NVMe™ PCIe® 4.0 SSD

SSD berkapasitas 1TB memberikan ruang yang cukup untuk menyimpan proyek besar dan video beresolusi tinggi. Teknologi PCIe® 4.0 memastikan transfer data yang cepat, sehingga waktu loading dan rendering lebih efisien.

32GB LPDDR5X RAM On-Board

RAM berkapasitas 32GB memastikan kelancaran multitasking dan editing tanpa lag. Anda dapat menjalankan beberapa aplikasi sekaligus, seperti software editing dan browser, tanpa khawatir perangkat melambat.

Sistem Operasi Windows 11 Home

Windows 11 Home membawa pengalaman yang lebih intuitif dan kompatibel dengan berbagai software editing video populer. Fitur multitasking seperti Snap Layouts juga mempermudah pengaturan jendela kerja.

Touchscreen yang Responsif

Layar sentuh pada ASUS Zenbook 14 OLED menambah fleksibilitas saat bekerja. Anda dapat menggunakan jari atau stylus untuk melakukan kontrol lebih presisi saat editing.

Harga Sekitar Rp 23 Jutaan

Dengan spesifikasi premium, ASUS Zenbook 14 OLED dibanderol sekitar Rp 23 jutaan. Harga ini sebanding dengan performa dan portabilitas yang ditawarkan, menjadikannya pilihan ideal bagi profesional yang membutuhkan perangkat ringkas namun bertenaga.

Kesimpulan

ASUS Zenbook 14 OLED (UX3405) merupakan pilihan tepat bagi Anda yang membutuhkan laptop tipis namun mampu menangani kebutuhan video editing profesional. Kombinasi prosesor Intel® Core™ Ultra 7, RAM 32GB, dan penyimpanan SSD 1TB memastikan kinerja maksimal.

Layar OLED beresolusi 3K dengan rasio aspek 16:10 memberikan tampilan visual berkualitas tinggi untuk akurasi warna yang optimal. Ditambah dengan portabilitas dan desain elegan, laptop ini menawarkan solusi lengkap untuk editor video yang bekerja secara mobile. Jika Anda mencari perangkat andal dengan harga kompetitif di kisaran Rp 23 jutaan, ASUS Zenbook 14 OLED (UX3405) layak menjadi pertimbangan utama.
Bagi mahasiswa jurusan teknik, memiliki laptop dengan performa tinggi adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Mahasiswa teknik seringkali dihadapkan pada tugas-tugas berat seperti pemrograman kompleks, desain grafis tingkat lanjut, hingga simulasi teknis yang memerlukan daya komputasi besar.

Oleh karena itu, laptop yang cepat, tangguh, dan handal bukan hanya menjadi alat bantu, tetapi juga partner penting dalam menunjang kesuksesan akademik mereka. Memilih laptop dengan prosesor yang mumpuni akan membantu mahasiswa teknik menyelesaikan tugas-tugas tersebut dengan lebih efisien dan lancar, tanpa hambatan.

ASUS menghadirkan berbagai varian laptop dengan prosesor cepat yang dirancang khusus untuk menghadapi tantangan teknis dan pekerjaan berat. Laptop-laptop ini tidak hanya memberikan performa optimal, tetapi juga menawarkan daya tahan yang dibutuhkan untuk mendukung aktivitas kuliah dan proyek Anda di luar kampus.

Rekomendasi Laptop untuk Mahasiswa Teknik

Dengan laptop-laptop ini, mahasiswa teknik dapat fokus pada yang terpenting, mengembangkan solusi inovatif dan menyelesaikan tantangan teknis dengan mudah. Penasaran laptop apa saja? Mari ulas dari pilihan yang pertama!

1. ASUS Vivobook 14 (A1404)

ASUS Vivobook 14 hadir dengan spesifikasi yang mengesankan untuk penggunaan harian seorang mahasiswa teknik. Dilengkapi dengan prosesor Intel® Core™ i7-1355U, laptop ini menawarkan performa yang cepat dan efisien. RAM hingga 16 GB DDR4 3200 MHz juga memastikan bahwa multitasking akan berjalan lancar, tanpa hambatan.

ASUS Vivobook 14 A1404

Layar 14'' NanoEdge memberikan pengalaman visual yang menyenangkan, sementara desain engsel 180 derajat memperluas fleksibilitas penggunaan di berbagai situasi. Dengan penyimpanan SSD hingga 512 GB, laptop ini mampu menyimpan banyak data dan program yang dibutuhkan untuk studi teknik. Bahkan, fitur tambahan seperti sensor sidik jari opsional menambahkan lapisan keamanan ekstra. Harga sekitar Rp6.5 juta sangat sepadan dengan fitur-fitur yang ditawarkan.

2. ASUS Vivobook Go 14 (E1404G)

Untuk mahasiswa teknik yang mencari laptop dengan harga terjangkau namun tidak mengorbankan performa, ASUS Vivobook Go 14 menjadi pilihan ideal. Prosesor Intel® Core™ i3-N305 memastikan daya komputasi yang mumpuni untuk tugas-tugas kuliah sehari-hari. Walaupun RAM hanya sampai 8 GB, kapasitas ini cukup untuk mengerjakan aplikasi-aplikasi teknik dasar.

ASUS Vivobook Go 14 (E1404G)

Layar 14'' FHD NanoEdge memberikan tampilan yang tajam, ditambah dengan desain engsel 180 derajat yang memudahkan penggunaan di berbagai kondisi. Kapasitas penyimpanan SSD sebesar 512 GB memungkinkan mahasiswa menyimpan berbagai file penting. Selain itu, durability yang sudah memenuhi standar militer menambah kepercayaan terhadap kehandalan laptop ini. Dengan harga sekitar Rp6.5 juta, laptop ini menawarkan nilai yang sangat kompetitif.

3. ASUS Vivobook S 14 OLED (M5406)

Jika Anda mencari laptop dengan performa dan kualitas tampilan yang lebih tinggi, ASUS Vivobook S 14 OLED adalah pilihan yang tepat. Laptop ini dilengkapi dengan prosesor AMD Ryzen™ 7 8845HS yang sangat powerful dan cocok untuk tugas berat seperti pemrograman dan simulasi 3D. Sing-zone RGB backlit keyboard menambahkan gaya dan kenyamanan pada penggunaan sehari-hari.

ASUS Vivobook S 14 OLED (M5406)

Display OLED HDR berukuran 14'' dengan resolusi WUXGA tidak hanya memberikan kualitas gambar yang luar biasa, tetapi juga melindungi mata Anda dengan pengurangan cahaya biru. Laptop ini juga sangat tipis dan ringan, dengan berat hanya 1.3 kg, memudahkan Anda membawanya ke mana saja. Penyimpanan SSD hingga 1 TB dan RAM hingga 32 GB memastikan performa dan ruang penyimpanan yang lebih dari cukup. Harga sekitar Rp13.5 juta adalah investasi yang sepadan dengan semua keunggulan yang ditawarkan.

4. ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406)

ASUS Zenbook 14 OLED adalah laptop yang dirancang khusus untuk mahasiswa yang membutuhkan daya tahan baterai yang panjang dan kinerja maksimal. Ditenagai oleh prosesor AMD Ryzen™ 8040 Series, laptop ini mampu menangani berbagai aplikasi teknik dengan efisiensi tinggi. Dengan berat hanya 1.2 kg dan ketebalan 14.9 mm, laptop ini sangat portabel dan nyaman dibawa.

ASUS Zenbook 14 OLED (UM3406)

Layar OLED HDR berukuran 14'' dengan refresh rate 120Hz menawarkan visual yang sangat mulus dan tajam, sehingga sangat cocok untuk editing gambar dan video. Penyimpanan SSD hingga 1 TB dan RAM hingga 16 GB memungkinkan Anda bekerja tanpa perlu khawatir kehabisan ruang atau kecepatan. Dengan harga sekitar Rp14.9 juta, Anda mendapatkan laptop yang tidak hanya cepat tetapi juga serbaguna.

5. ASUS Vivobook S 14 OLED (S5406)

Terakhir, tetapi tidak kalah penting, adalah ASUS Vivobook S 14 OLED (S5406). Laptop ini hadir dengan prosesor Intel® Core™ Ultra 7 dan sertifikasi Intel® Evo™, memastikan performa tinggi dan efisiensi energi. Laptop ini cocok untuk mahasiswa teknik yang membutuhkan kekuatan komputasi tinggi untuk tugas-tugas kompleks.
ASUS Vivobook S 14 OLED (S5406)

Layar WUXGA OLED HDR 14'' menawarkan gambar yang detail dan warna yang hidup, ideal untuk desain grafis atau simulasi teknik. Dengan berat hanya 1.3 kg, laptop ini sangat portabel. Kapasitas baterai 75 Wh memastikan laptop ini dapat bertahan lama dalam penggunaan produktif sehari-hari. Zenith of its feature list is the copilot key, which allows for more advanced AI exploration. Harga sekitar Rp16.9 juta memberikan kombinasi terbaik antara fitur dan harga.

Investasi dalam salah satu dari lima laptop Asus ini akan sangat mendukung Anda dalam perjalanan akademis teknik Anda. Setiap laptop menawarkan kombinasi optimasi performa, efisiensi, dan mobilitas yang akan membantu Anda mencapai prestasi maksimal dalam studi Anda. Jangan ragu untuk memilih yang paling sesuai dengan kebutuhan Anda!

Dunia konten saat ini semakin berkembang dengan hadirnya content creator yang produktif dan menghadirkan karya terbaik. Brand dari Taiwan, ASUS, memberikan apresiasi dengan menghadirkan laptop terbaik, ASUS Zenbook DUO UX8406 yang mendukung pekerjaan para creator.

Laptop untuk content creator ini mengusung banyak keunggulan sehingga tidak heran jika banyak yang penasaran. ASUS dalam seri ini berhasil menghilangkan kesan laptop sebagai perangkat kerja yang monoton sebab Zenbook DUO UX8406 sangat unik.

ASUS Zenbook DUO UX8406

Kenapa Memilih Zenbook DUO UX8406?

Kali ini, ASUS mempersembahkan laptop dengan sistem operasi Windows 11 yang juga merupakan laptop berfitur AI dengan dukungan Copilot. Asisten cerdas berbasis AI ini akan memberi inspirasi, mendukung kreativitas dan kolaborasi, serta membantu Anda fokus untuk membuat konten yang menarik.

ASUS Zenbook DUO UX8406 tidak hanya hadir dengan Windows 11, tetapi juga genuine Microsoft Office 2021. Keunggulan seri ini sangat nyaman dalam semua sisi sehingga content creator bisa bekerja lebih lama tanpa merasa lelah. Selain itu masih banyak alasan kenapa Zenbook DUO UX8406 bisa menjadi pilihan terbaik.

1. Dukungan dua layar berkualitas

Layar tentu merupakan bagian yang harus mendapat pertimbangan saat akan membeli laptop. Kali ini ASUS memasang layar jenis panel Asus Lumina OLED. Salah satu keunggulannya sudah tersertifikasi Dolby Vision, Pantone Validated, dan memiliki color gamut 100% DCI-P3. Adanya fitur ini dapat memastikan perangkat reproduksi warna terbaik dan akurat.

Anda bisa bekerja menggunakan stylus pen ASUS 2.0 dengan sensitivitas 4096 di level tekanan. Laptop ini sangat nyaman digunakan menjalankan berbagai aplikasi dan responsif karena layar yang dipasang sudah mengantongi sertifikat VESA DisplayHDR True Black 500 dan dukungan teknologi touchscreen.

Perbedaan yang sangat mencolok dari seri pendahulu, Zenbook DUO UX8406 hadir dengan dua layar sekaligus yang masing-masing berukuran 14 inci. Ketika Anda menggabungkan akan mendapatkan layar yang lega dan berbeda dengan laptop lainnya.

2. Beragam mode layar

Pemasangan layar ini juga sangat unik sehingga pengguna dapat mengubahnya menjadi 5 mode pilihan. Untuk operasional, perangkat mempunyai keyboard yang ergosense dengan respon cepat dan nyaman digunakan. Keyboard bisa disambungkan ke perangkat atau dilepas. Jika dilepas, maka konektivitas akan berlangsung menggunakan Bluetooth.

Layar berkualitas tersebut mempunyai resolusi 3K (2880 x 1800) dan refresh rate 120Hz. Untuk layar utama memiliki rasio aspek 16:10, bezel tipis, dan kecerahan hingga 500 nits.

Ada lima mode yang bisa dijajal saat bekerja dengan Zenbook DUO UX8406, yaitu Dual-Screen, Desktop, Laptop Mode dengan keyboard fisik, Laptop Mode dengan virtual keyboard dan Sharing.

3. Dimensi pas

ASUS dengan teknologinya berhasil menciptakan perangkat yang mempunyai dimensi pas. Laptop ini sangat tipis dan ringan, dengan 14,6mm dan bobot 1,35kg. Untuk konektivitas selain Bluetooth, tersedia port lengkap, seperti dua port Thunderbolt 4, USB 3.2 Gen 1 Type-A, HDMI 2.1, hingga jack audio 3.5 mm.

Dimensi ini yang menjadikan laptop Zenbook DUO UX8406 menjadi perangkat yang mobile dan mumpuni. Ini sangat menunjang pekerjaan content creator yang harus bekerja di dalam dan di luar ruangan.

4. Baterai

Kemampuan kerja dari laptop tidak akan dapat digunakan dengan maksimal tanpa dukungan baterai yang awet. Sebagai sumber daya, produsen memasang baterai berukuran lega, 75W. Perpaduan dengan kinerja perangkat yang efisien menjadikan daya tersebut semakin awet.

Anda tidak perlu khawatir perangkat drop saat bekerja di luar ruangan dan tidak ada sambungan listrik. Poin ini perlu mendapat pertimbangan agar pekerjaan yang menumpuk tidak terhambat sebab laptop kehabisan daya.

5. Prosesor

Untuk dapur pacu, laptop untuk content creator ini sangat mumpuni karena mengusung chipset handal. Dapur pacunya luar biasa terjamin karena untuk urusan dapur pacu disokong dengan prosesor Intel® Core™ Ultra 9 yang terkenal kinerjanya.

6. Memori

Hadir dengan RAM lega menjadikan perangkat ini semakin mumpuni dalam menjalankan berbagai aplikasi. dengan RAM dan memori LPDDR5X hingga 32GB. Untuk memori penyimpanannya menggunakan SSD PCIe® 4.0 hingga 2TB, menyimpan banyak file berat tetap aman.

Bagi Anda yang mencari laptop handal, tepat sekali jika Anda memilih ASUS Zenbook DUO UX8406. Laptop untuk content creator ini sudah teruji kehandalannya karena mengusung banyak kelebihan.